Sabtu, 13 Juni 2015

Cara Memutihkan Kulit Secara Alami

Diposting oleh Unknown di 07.51 0 komentar
Kebanyakan para wanita ingin memiliki kulit yang putih, karena kulit putih dapat memberikan rasa percaya diri saat mereka melakukan aktivitas. Untuk menggapai impiannya, para wanita biasanya memilih produk-produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit dalam sekejab. Produk pemutih kulit dan wajah tersebut dapat dengan mudah ditemukan di pasaran asalkan mereka memiliki budget yang cukup untuk membelinya. Namun sayangnya, produk pemutih yang banyak terjual di pasaran itu memiliki efek samping yang konon katanya kurang bagus untuk kesehatan kulit. Untuk itu, supaya para wanita tersebut mendapatkan kulit idaman tanpa harus mengorbankan kesehatannya, mereka bisa mencoba pemutih kulit dan wajah alami dari bahan-bahan alam. Dan pastinya wajib konsultasi dengan yang telah berpengalaman atau ke dokter kulit atau juga ke konsultan kecantikan sebelum mempraktekan semua hal yang kalian temukan di internet.

       -->       

1. Susu
Susu adalah salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk memutihkan kulit dan wajah. Pemutih kulit dan wajah alami dengan susu ini sudah banyak ditawarkan di beberapa salon kecantikan. Tetapi, perawatan ini bisa juga Anda lakukan sendiri di rumah ketika Anda berniat untuk menghemat pengeluaran Anda. Untuk memutihkan kulit, Anda bisa berendam dengan menggunakan susu selama 20 sampai 30 menit. Sedangkan untuk mencerahkan wajah, Anda hanya perlu mengoleskan beberapa tetes susu ke wajah Anda dan meratakannya dengan kapas atau kain pencuci muka. Ketika Anda melakukan perawatan kulit dan wajah dengan susu ini secara rutin, Anda bisa mendapatkan kulit yang Anda inginkan.
Setelah Anda mengetahui perawatan untuk memutihkan kulit dan wajah secara alami di atas, Anda bisa langsung mencoba mempraktekkannya di rumah. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi para pembaca yang ingin mendapatkan kulit idamannya
   

2.  Bengkoang
Pemutih kulit dan wajah alami bisa Anda dapatkan dari bengkoang. Bengkoang ini memang sudah dikenal sejak lama dapat mencerah kulit dan wajah. Sehingga tak ada salahnya Anda memutihkan kulit dan wajah Anda dengan menggunakan bengkoang. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu membuat lulur atau masker dari buah ini. Pertama, Anda bisa memarut bengkoang secukupnya. Kedua, Anda mengoles-oleskan parutan bengkoang secara merata ke seluruh tubuh. Ketiga, Anda hanya perlu menunggunya selama 30 menit sebelum Anda berniat untuk membilasnya sampai benar-benar bersih. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda bisa melakukan perawatan ini seminggu sekali.

3. Pepaya
Jika Anda hanya mengenal pepaya hanya sebagai buah yang bisa Anda konsumsi setiap hari, kini Anda bisa menggunakan pepaya tersebut untuk memutihkan kulit dan wajah Anda. Pemutih wajah dan kulit alami dari pepaya tersebut bisa Anda buat sendiri di rumah. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu membeli pepaya yang sudah matang. Setelah itu, Anda bisa menghaluskan pepaya tersebut sebelum Anda mengoles-oleskannya secara merata ke seluruh tubuh. Kemudian, Anda bisa mendiamkannya selama 20 menit sebelum Anda membersihkannya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda bisa melakukan perawatan kulit dan wajah tersebut secara teratur.
  

4. Sayuran Wortel
Selain baik untuk kesehatan tubuh, sayuran wortel juga dapat anda gunakan untuk solusi kulit kaki yang bersih, dan terlihat begitu cantik. 

Adapun cara memutihkan kulit dengan sayuran wortel adalah sebagai berikut:
  • Siapkan wortel segar secukupnya
  • Bersihkan/cuci wortel dengan air sampai bersih
  • Parut/blender wortel sampai halus
  • Berikan tambahan bahan body lotion pada parutan wortel.
  • Langkah selanjutnya balurkan kearea kulit kaki secara merata dan diamkan untuk beberapa waktu.
  • Mengapa wortel baik untuk kecantikan kulit, karena mengandung senyawa betakaroten alami.

5. Jeruk Nipis
Kenapa harus buah jeruk nipis???? Jawabannya karena jeruk nipis banyak mengandung vitamin c, nah Vitamin inilah yang nantinya dapat membantu anda memutihkan kulit ketiak dan muka (tidak berlaku untuk kulit sensitif fan tidak sembarangan)

Adapun cara pengaplikasian untuk ketiak adalah sbb:
  • Siapkan buah jeruk nipis dan kapur sirih secukupnya
  • Peras buah jeruk nipis dan ambil air jeruk nipisnya saja
  • Campur dengan sedikit kapur sirih
  • Aduk hingga kedua bahan sampai bahan tercampur rata
  • Oleskan campuran bahan ke kulit ketiak anda.
  • Tunggu beberapa saat agar ramuan bekerja (10-15 menit)
  • Gunakan cara ini rutin setiap anda habis mandi
  • Lakukan selama 1 minggu rutin. insy@ kulit ketiak akan terlihat putih
  

Dengan mempraktikkan beberapa cara memutihkan kulit secara alami ini, jangan harap kulit Anda bisa putih secara instan. Seluruh prosesnya tetap membutuhkan waktu. Namun, sekali saja kulit Anda menjadi putih, hasilnya akan terjaga lebih lama ketimbang memakai krim pemutih instan. Selamat mencoba.


~ Catatan:
Kegiatan ini hanyaa dapat terasa kebenarannya jika dilakukan rutin dan untuk kulit yang tidak sensitif. Apabila terjadi sesuatu/iritasi segera hubungi dokter. Sekali lagi tidak berlaku untuk kulit yang sensitf. Jika dilakukan tidak sesuai tips dan pada kulit sensitif serta saran dokter bukan tanggung jawab penulis.


Sumber:
thttp://www.duniainformasikesehatan.com/
Trik-tips-sehat.


RESENSI FILM DI BALIK 98

Diposting oleh Unknown di 07.10 0 komentar
TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (SOFTSKILL)

DOSEN: IBU METI NURHAYATI







Tugas Kelompok Menonton Film Indonesia & Resensi
2EA18

Nama anggota:
Agung Nur Prabowo (10213355)
Indri Sugiastiwi (14213407)
Jazmi Karami (14213612)
Miftahul Fauzan (15213476)
Nadiyah Haniyati Farhana (16213290)
Niken Aulia Hasanah (16213428)
Wati Mekar Sari (19213235)

Depok, Indonesia
2014- 2015

Tugas SoftSkill
Resensi Film Di Balik 98



IDENTITAS
v  Produser: Affandi Abdul Rachman
v  Sutradara: Lukman Sardi
v  Penulis: Samsul HadiIfan Ismail
v  Tanggal rilis : Kamis, 15 Januari 2015
v  Durasi: 106 Menit
v  Studio: MNC Pictures
v  Sumber: filmindonesia.or.id


PEMERAN
Chelsea Islan : Sebagai Diana
Boy William : Sebagai Daniel
Donny Alamsyah : Sebagai Bagus
Ririn Ekawati : Sebagai Salma
Teuku Rifnu Wikana: Sebagai Rachmat
Bima Azriel : Sebagai Gandung
Verdi Solaiman : Sebagai Karumga
Alya Rohali : Sebagai Mbak Dayu
Fauzi Baadilla : Sebagai Rahman
Agus Kuncoro : Sebagai BJ Habibie
Amoroso Katamsi : Sebagai Presiden Soeharto
Marissa Puspitasasri : Sebagai Lusi
Elkie Kwee : Sebagai Papa Daniel
Iang Darmawan : Sebagai Harmoko
Zulkifli Nasution :  Sebagai Saadilah Mursyid
Asrul Dahlan : Sebagai Sintong Panjaitan
Eduwart Soritua : Sebagai Amin Rais
Agus Cholid : Sebagai Ginanjar Kartasasmita
Guntoro Slamet : Sebagai Hamami Nata
Nursalim Mas : Sebagai Sutiyoso
Rudie Purwana : Sebagai Syafrie Syamsudin
Meulela Meurah : Sebagai Syarwan Hamid
Gito Juwono : Sebagai Zaki Anwar Makarim
Nugraha : Sebagai Nurcholis Madjid

Sinopsis
Kisah perjuangan keluarga dan pengorbanan cinta melewati tragedi Mei 1998.
Letnan Dua Bagus bimbang ketika harus berhadapan dengan situasi luar biasa itu. Tanggung jawab sebagai petugas pengamanan harus berbenturan dengan kewajiban untuk menjaga istrinya, Salma, pegawai Istana negara, yang sedang hamil besar. Salma terjebak dalam kerusuhan dan dinyatakan hilang. Tekanan dari  atasan: Bagus harus mengutamakan tugas dan sebagai laki-laki pantang untuk menjadi cengeng hanya karena peristiwa kecil.
Kerusuhan memaksa Presiden Soeharto pulang dari Kairo lebih awal. Pemerintah dihadapkan pada situasi yang sulit. Tokoh masyarakat dan beberapa perwakilan Ormas secara langsung meminta Presiden Soeharto mundur. Namun ia bergeming dan berencana membentuk komite dan kabinet reformasi untuk menjawab tuntutan tersebut.
Sementara itu, nasib baik enggan untuk berpihak kepada Bagus. Diana, adik iparnya, aktivis reformasi, harus berbenturan pendapat dengan kakaknya ketika mengetahui Salma kakaknya hilang di tengah peristiwa kerusuhan. Diana menuduh Bagus tidak bisa menjaga Salma. Keadaan semakin pelik ketika Daniel, pacar Diana, keturunan Tionghoa yang juga ikut berjuang menuntut perubahan, harus kehilangan ayah dan adiknya dalam kerusuhan. Bahkan Daniel hampir terjebak sweeping warga yang menyaring orang-orang Non Pribumi, yang saat itu menjadi puncak issue rasial di Indonesia. Untungnya Daniel selamat dan menemukan keluarganya lalu ikut exodus meninggalkan Indonesia.
Presiden Soeharto membentuk komite dan kabinet reformasi yang tidak mendapat tanggapan positif. Bahkan ketua MPR Harmoko meminta Presiden untuk mengundurkan diri. Selain itu ada 14 menteri menolak tergabung dalam kabinet reformasi.
Salma terselamatkan dan dibawa ke sebuah rumah sakit. Di saat detik kelahiran anak pertamanya, Bagus dan Diana menemukan Salma. Bayi yang mereka nantikan dilahirkan.
17 Tahun berlalu. Daniel kembali ke Jakarta dengan membawa abu kremasi ayahnya. Ayahnya ingin beristirahat untuk selama-lamanya di tanah kelahirannya itu. Daniel menemukan Diana. Keduanya masih memiliki semangat yang sama untuk melanjutkan semangat reformasi.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan
Film Di Balik 98 pada adegan diskusi Presiden Soeharto dengan Wapres BJ Habibie atau dengan Mbak Tutut maupun Pak Harmoko. Semua tersajikan secara detail, seolah itu menjadi cerita utama. Menjadi kelebihan karena peristiwa-peristiwa itu dimainkan secara apik pula oleh para aktor senior yang memerankannya.

Kekurangan
 Film Di Balik 98 ada pada scoring film itu sendiri. Beberapa lagu maupun musik yang dipilih terdengar tidak begitu sesuai dengan adegan yang sedang berlangsung. Ada pula iringan yang terdengar terlalu menggebu sehingga menutupi dialog dari para pemain. Singkatnya, pembangunan emosi penonton akhirnya terpengaruh oleh ketidaksesuaian scoring.

PENDAPAT KAMI
Film ini mengingatkan kita kembali pada tragedi 98 yang terjadi pada masa lalu, bisa dibilang masa lalu yang kelam bagi bangsa Indonesia. Terjadi pada mahasiswa yang sampai di masa sekarang jika  ditanggal yang sama kebanyakan mahasiswa #MenolakLupa pada tragedi mahasiswa TRISAKTI yang meninggal pada tahun 98. Di film ini banyak pemain yang sangat berpengalaman dalam berakting sehingga dapat membawa karakter masing – masing pemain sangat mendalam. Suasana yang diciptakan dan atribut yang digunakan sangat mendukung seperti kejadian yang aslinya pada tahun 1998. Film ini layak untuk di tonton untuk semua usia, dikarenakan film ini memberikan sejarah yang pernah terjadi pada masa lalu. Itinya film ini adalah film yang sangat bagus.

Sumber:

 *      Catatan:
Dikarenakan waktu film di rilis kami tidak sempat menonton bersama di bioskop, maka kami hanya bisa menonton film di kelas dan inilah bukti foto kami di kelas




Kamis, 30 April 2015

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (SOFTSKILL)

Diposting oleh Unknown di 23.57 0 komentar

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (SOFTSKILL)

DOSEN: IBU METI NURHAYATI











Tugas Kelompok Mengunjungi Museum PETA
2EA18

Nama anggota:
Agung Nur Prabowo
Indri Sugiastiwi
Jazmi Karami
Miftahul Fauzan
Nadiyah Haniyati Farhana
Niken Aulia Hasanah
Wati Mekar Sari

Depok, Indonesia
2014- 2015




KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan, walaupun masih banyak kekurangan.
Laporan ini saya susun berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di Museum PETA (Pembela Tanah Air) Bogor untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (Softskill) Ibu Meti Nurhayati.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya berharap kepada ibu Meti Nurhayati dan pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan lebih lanjut.

Demikian laporan ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.









Depok, 26 April 2015


Indri Sugiastiwi





Daftar Isi

Halaman judul ............................................................................................................  i
Prakata .....................................................................................................................    ii
Daftar Isi ...................................................................................................................   iii
Pendahuluan    ........................................................................................................    1
Isi    ..........................................................................................................................   2
Penutup  ...................................................................................................................  21
Daftar Pustaka .........................................................................................................  22


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang:

Pembangunan Monumen dan Museum PETA ini dimulai pada tanggal 14 November 1993, dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI yang juga merupakan sesepuh YAPETA yaitu Umar Wirahadikusumah.Pembangunan tersebut memakan waktu kurang lebih 2 tahun dan diresmikan oleh Presiden RI H.M. Soeharto pada tanggal 18 Desember 1995.Didalam komplek Monumen dan Museum PETA dibagian belakang terdapat Monumen dimana berdiri sebuah patung Jenderal Sudirman sebagai perwira PETA.

Pada dinding yang berbentuk setengah lingkaran tercantum nama-nama perwira tentara PETA dari seluruh Jawa, Madura dan Bali serta Sumatera.Pada bagian luar dinding monumen, telah dibuat relief sejarah PETA.Sedangkan di dalam dua ruangan museum terdapat 14 diorama dengan adegan-adegan dari jalannya sejarah PETA dalam perjuangan menuju kemerdekaan tanah air. Adegan-adegan ini berbentuk tiga dimensi dan didukung dengan suara yang melatar-belakangi suasana kejadian-kejadian yang diwujudkan oleh masing-masing diorama.

Museum ini menempati dua ruangan di sebuah gedung dan halaman di Kompleks Pusdikzi TNI-AD, sekitar 500 m arah dari Istana Bogor. Lokasi Monumen dan Museum PETA ini berada di sebelah kiri Jalan Jenderal Sudirman jika dari arah Istana Bogor, di gedung No.35, dengan patung Jenderal Sudirman dan Sudancho Supriadi terlihat gagah berdiri di halam depan gedung, ditemani dua buah tank.

Tujuan dan manfaat:
Tujuan dan manfaat dari pembuatan makalah adalah:
1. Memenuhi Tugas Softskill yang diberikan Dosen
2. Mengetahui sejarah secara langsung dengan cara observasi ke tempat museum dan diceritakan secara langsung oleh ibu pemandu yang ada disana
3. Mengetahui sejarah terbentuknya TNI yang dulunya bernama BKR


BAB II
ISI

Menurut sejarahnya pembentukan PETA dimulai di tahun 1943 setelah di tanggal 3 Oktober 1943 keluar osamu seirei(Dekrit) No.44 tahun 1943 yang mensahkan pembentukan tentara PETA.bagi pemerintah pendudukan Jepang pembentukkan tentara PETA sebagai alat mempertahankan wilayahnaya terutama di Indonesia dari serbuan tentara sekutu sedang bagi pimpinan pergerakan kmeerdekaan indonesia mereka mendukung pembentukkan tentara PETA karena melihat Indonesia ketika merdeka membutuhkan tentara yang pofesional terlatih untuk mempertahankan kemerdekaan dan keselamatan rakyatnya dan PETA mereka lihat sebagai sarana mencapai tujuan itu.

Akhirnya Pemerintah pendudukan Jepang memilih kota Bogor sebagai pusat tempat pelatihan tentara PETA yang disebut Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai (Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air) dan berdiri diatas bekas tangsi dan markas tentara KNIL (Koninklijik Nederlands Indische Leger) pelatihan tentara PETA berlangsung selama 3-4 bulan setelah lulus pelatihan mereka kembali ke daerahnya masing-masing.

Untuk mengingatkan generasi muda akan kisah perjuangan PETA dan mengenang tentara PETA yang telah gugur dalam perjuangan maupun yang telah dipanggil Yang maha Kuasa karena faktor usia maka didirikanlah museum PETA atas prakarsa YAPETA (yayasan Pembela Tanah Air) yang dimulai tahun 1993 dan selesai di tahun 1995 dan diresmikan oleh Bapak H.M.Soeharto presiden ke 2 RI dan juga alumni PETA.

Jenderal besar Sudirman,Presiden ke 2 RI Jenderal (purn) Soeharto,wakil presiden RI Jenderal (Purn) Umar wirahadikusumah,Menteri panglima Angkatan darat Jenderal anumerta Achmad Yani,Bapak paskibraka,Brigjen (Purn) Latief Hendraningrat,Pimpinan pemberontakan PETA di Blitar Shodancho supriyadi serta tokoh-tokoh lainnya mereka seluruhnya adalah alumnus Pembela tanah air (PETA) oraganisasi kemiliteran yang dibentuk pemerintah Jepang selama berkuasa di Indonesia.

Bogor sebagai tempat dilahirkannya prajurit garda terdepan yang gagah berani tak perlu dielakkan lagi. Berdasarkan sejarah, Jepang pernah mengeluarkan dekrit membentuk Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Alih-alih dibentuk untuk membantu Jepang melawan sekutu, PETA kemudian dijadikan sebagai korps tentara yang disiapkan untuk mencapai Indonesia merdeka oleh para pemimpin pergerakan kebangsaan.

Peran tentara PETA tidak lepas dari tanah Bogor, karena di daerah inilah untuk pertama kali pendidikan perwira PETA didirikan. Untuk mengenang Bogor sebagai kota pembela tanah air, dibangunlah monumen yang berdiri berdampingan dengan museum yang diberi nama Museum PETA. Museum PETA terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 35, Bogor, menempati lokasi yang dahulu dijadikan tempat pendidikan kemiliteran para perwira PETA. Konon, pemilihan lokasi ini atas berbagai pertimbangan. Antara lain karena lokasinya strategis, udara yang sejuk, dukungan fasilitas, dan yang terpenting masyarakat sekitar pada saat itu juga mendukung didirikannya pusat pendidikan militer dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia.

Pembangunan Museum PETA diprakarsai oleh Yayasan Pembela Tanah Air, sebuah yayasan yang menjadi tempat bersatunya mantan Tentara Sukarela Pembela Tanah Air. Pembangunan dimulai pada 14 November 1993 dan memerlukan waktu sekitar 2 tahun sebelum bangunan selesai. Pada 18 Desember 1995, Museum PETA diresmikan oleh Presiden Soeharto – yang juga merupakan mantan perwira PETA angkatan I.  

Memasuki kawasan museum, pengunjung akan disambut sebuah prasasti yang dituliskan pada dinding marmer. Tulisan bernada nasionalisme tersebut berisi sebuah pernyataan: “Bumi Pembela Tanah Air Ini Merupakan Kawah Candradimuka Keprajuritan Indonesia, Kami Datang dan Berkumpul di Bogor Tidak Saling Mengenal, Kami Berpisah sebagai Kawan Seperjuangan untuk Membela Tanah Air.”

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai berbagai diorama yang menjelaskan sejarah dan perkembangan tentara PETA dalam meraih cita-cita kemerdekaan Indonesia. Selain diorama, terdapat juga koleksi pakaian dan berbagai jenis senjata yang pernah digunakan tentara PETA. Koleksi lainnya berupa foto dokumentasi sepak terjang tentara PETA hasil guntingan dari media masa pada saat itu.

Terdapat sebuah monumen di bagian belakang Museum PETA. Monumen tersebut berupa patung Daidancho Soedirman. Daidancho merupakan pangkat kemiliteran buatan Jepang. Daidancho setara dengan Komandan Batalyon (Letkol/Mayor). Di bagian yang lain, terdapat patung Supriyadi dengan gestur yang heroik, tangan kanan mengepal ke atas sementara tangan kiri menggenggam sebilah samurai.

Pahlawan Nasional yang bernama lengkap Fransiskus Xaverius Supriyadi ini mempunyai pangkat Shodancho atau setara dengan Komandan Pleton (Letnan). Beliau berperan memimpin pemberontakan tentara PETA terhadap pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Sementara, pada dinding monumen yang berbentuk setengah lingkaran terdapat nama-nama perwira tentara PETA yang berasal dari seluruh Jawa, Bali, Madura, dan Sumatera – lengkap dengan informasi yang menerangkan fungsi dan jabatannya.

·         Bukti foto di Museum
Gerbang pintu masuk museum PETA


*      Relief di dinding Museum


*      Pertama memasuki Museum saya dan teman-teman kelompok di pertemukan oleh seorang pemandu, ibu ini menceritakan dari awal hingga akhir cerita awal pembentukkan museum dan sejarah PETA

*      Seragam pada masa awal tentara PETA zaman penjajahan negara Jepang

koleksi persenjataan yang asli peninggalan perang dari rampasan tentara Jepang maupun dari tentara sekutu baik senapan mesin,senapan panjang dan pistol yang dalam kondisi tersimpan penataan yang teratur dan rapi memudahkan pengunjung dalam menikmati koleksi yang ada disini.




*      Bentuk diorama-diorama yang menggambarkan kondisi pada saat itu


*      Foto asli tentara PETA dalam koran 





*      Foto Shodancho Ahmad Yani, Shodanco Darmaji, Shodanco Sarwo Adi Wibowo, Chudanco Suryo Sumpena 



*      Alat-alat yang digunakan tentara PETA untuk merobohkan bangunan ataupun menjatuhkan pesawat, biasanya digunakan di atas gunung untuk menembak ke gunung yang lainnya, dengan kuat dan gagah berani tentara PETA merampas senjata ini dari negara Amerika dan Jepang


*      patung jenderal besar Sudirman berpakaian seragam tentara PETA berdisri atas marmer putih dan di kiri dan kanan beliau diapit 2 meriam medan dan tepat dibelakang beliau asrama tentara RI setelah mengambil patung jenderal besar Sudirman berpakaian seragam tentara PETA berdisri atas marmer putih dan di kiri dan kanan beliau diapit 2 meriam medan dan tepat dibelakang beliau asrama tentara RI setelah mengambil patung jenderal besar Sudirman berpakaian seragam tentara PETA berdisri atas marmer putih dan di kiri dan kanan beliau diapit 2 meriam medan dan tepat dibelakang beliau asrama tentara RI

*      saya dan teman-teman kelompok juga berfoto di depan patung Jendral Sudirman



*      Sebuah kehormatan bisa berfoto dengan TNI yang juga dengan berbaik hati menemani kami dan pemandu museum bercerita tentang sejarah PETA







BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Berkunjung ke Museum PETA, pengunjung akan diajak kembali ke masa pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia – masa ketika sikap nasionalisme menjadi panglima melebihi sikap individualisme kelompok dan golongan. Di museum ini, pengunjung juga diajak untuk mengetahui sejarah panjang cikal bakal berdirinya TNI di Indonesia, sambil mengenang jasa para perwira tentara PETA yang telah gugur mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk cita-cita kemerdakaan Indonesia.

Diorama Monumen dan Museum PETA yang menggambarkaan saat pasukan PETA tengah menjalani pendidikan kemiliteran di Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai (Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa).

Diluar Museum ke arah belakang, terlihat Patung Panglima Besar Sudirman saat masih muda. Patung itu ada di halaman terbuka di ujung lorong tengah gedung Monumen dan Museum PETA, diapit oleh dua buah meriam lapangan.

Patung itu menggambarkan sosok Jenderal Sudirman saat masih sebagai perwira PETA. Pada dinding yang berbentuk setengah lingkaran di belakang patung Sudirman ini tercantum nama-nama perwira tentara PETA dari seluruh Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera.

Saran:
Monumen dan Museum PETA merupakan sebuah museum yang baik untuk dikunjungi, agar menyegarkan ingatan mengenai peran dan pentingnya pendidikan kemiliteran dalam mendukung perjuangan politik menegakkan kemerdekaan RI.




Daftar Pustaka

1. Museum Pembela Tanah Air
2. asosiasimuseumindonesia.org
3. pecintawisata.wordpress.com





 

FOR ALL TASKS Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos